ARTIKEL
EVALUASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR
Disusun oleh : Mahmoodie
BAB I
PENDAHULUAN
Psikologi berasal dari perkataan Yunani, psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakngnya.
Dan dalam artikel ini kami akan membahas tentang “Evaluasi dan Prestasi Belajar” yang mana di dalamnya menjabarkan pengertian eavaluasi, tujuan evaluasi, fungsi evaluasi, jenis evaluasi dan prestasi belajar”
Psikologi berasal dari perkataan Yunani, psyche yang artinya jiwa dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakngnya.
Dan dalam artikel ini kami akan membahas tentang “Evaluasi dan Prestasi Belajar” yang mana di dalamnya menjabarkan pengertian eavaluasi, tujuan evaluasi, fungsi evaluasi, jenis evaluasi dan prestasi belajar”
BAB II
EVALUASI DAN PRESTASI BELAJAR
EVALUASI DAN PRESTASI BELAJAR
A. Evaluasi Belajar
1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi
adalah penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dalam sebuah program. Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi, hal
ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar
yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui eavaluasi dapat
diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan
keputusancpenting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui anak serta
dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya.
Istilah evaluasi sering dikacaukan dengan pengukuran, keduanya memang ada kaitan yang erat tetapi sebenarnya mengandung titik beda. Menurut Sumadi Suryabrata, penegrtian pengukuran mencakup segala cara untuk memperoleh informasi yang dapat dikuantifikasikan baik dengan tes maupun dengan cara-cara yang lain. Sedangkan pengertian evaluasi menekankan penggunaan informasi yang diperoleh dengan pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan.
Istilah evaluasi sering dikacaukan dengan pengukuran, keduanya memang ada kaitan yang erat tetapi sebenarnya mengandung titik beda. Menurut Sumadi Suryabrata, penegrtian pengukuran mencakup segala cara untuk memperoleh informasi yang dapat dikuantifikasikan baik dengan tes maupun dengan cara-cara yang lain. Sedangkan pengertian evaluasi menekankan penggunaan informasi yang diperoleh dengan pengukuran maupun dengan cara lain untuk menentukan pendapat dan membuat keputusan-keputusan pendidikan.
Evaluasi
yang sempurna tidak hanya berobjekkan pada aspek kecerdasan tetapi mencakup
seluruh pribadi anak dalam seluruh situasi pendidikan yang dialaminya.
Adapun aspek-aspek kepribadiannya yang harus di perhatikan dan merupakan objek di dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, menurut Nasrun Harahap, dkk. Adalah berikut ini.
Adapun aspek-aspek kepribadiannya yang harus di perhatikan dan merupakan objek di dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, menurut Nasrun Harahap, dkk. Adalah berikut ini.
1) Aspek-aspek tentang berpikir,
meliputi: inteligensi, ingatan, cara menginterpretasi data, pokok-pokok pengerjaan, pemikira yang
logis, dan lain-lain.
2) Dari segi perasaan sosialnya,
meliputi :kerjasama dengan kawan sekelasnya, cara bergaul, cara pemecahan
masalah serta nilai-nilai sosial, cara mengatasi dan menghadapi serta cara
berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
3) Dari kekayaan sosial dan
kewarganegaraan meliputi: pandangan hidup atau pendapatnya terhadap
masalah-masalah sosial, politik dan ekonomi.
2. Tujuan Evaluasi
Tujuan umum dan tujuan khusus. L. Pasaribu dan simanjuntak, menegaskan bahwa:
Tujuan umum dan tujuan khusus. L. Pasaribu dan simanjuntak, menegaskan bahwa:
1) Tujuan umum dari evaluasi adalah
sebagai berikut.
- Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam
- Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam
mencapai tujuan
yang di harapkan.
- Memungkinkan pendidik/ guru menilai aktifitas/ pengalaman yang di dapat.
- Menilai metode mengajar yang di pergunakan .
- Memungkinkan pendidik/ guru menilai aktifitas/ pengalaman yang di dapat.
- Menilai metode mengajar yang di pergunakan .
2) Tujuan khusus dari evaluasi adalah
berikut ini :
- Merangsang kegiatan siswa.
- Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
- Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan
- Merangsang kegiatan siswa.
- Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan
- Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan
perkembangan dan
bakat siswa yang bersangkutan.
- Memperoleh bahwa laporan tentang perkembangan siswa yang
- Memperoleh bahwa laporan tentang perkembangan siswa yang
diperlakukan orang tua dan lembaga pendidikan.
- Memperbaiki mutu pelajaran / cara
belajar dan metode belajar.
3. Fungsi evaluasi
a)
Untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada guru sebagai
dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar, serta mengadakan perbaikan
program bagi murid.
b)
Untuk memberikan angka yang tepat tentang kemajuan atau
hasil belajar dari setiap murid. Antara lain digunakan dalam rangka pemberian
laporan kemajuan belajar murid kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas serta
penentuan lulus tidaknya seorang murid.
c)
Untuk mentukan murid di dalam situasi belajar mengajar yang
tepat, sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh murid.
d)
Untuk mengenal latar belakang (psikologis, fisik dan
lingkungan) murid yang mengalami kesulitan belajar, nantinya dapat dipergunakan
sebagai dasar dalam pemecahan kesuliatan-kesulitan belajar yang timbul.
4. Jenis-jenis evaluasi
a)
Evaluasi formatif
Fungsinya untuk memperbaiki proses
belajar kea rah yang lebih baik atau memperbaiki program satuan pelajaran yang
telah digunakan.
b)
Evaluasi sumatif
Fungsinya menentukan angka / nilai
murid setelah mengikuti program pengajaran dalam catur wulan, semester, akhir
tahun atau akhir dari suatu program bahan pengajaran dari suatu unit
pendidikan. Di samping untuk memperbaiki situasi proses belajar mengajar kea
rah yang lebih baik serta untuk kepentingan penilaian selanjutnya.
c)
Evaluasi placement (penempatan)
Fungsinya untuk mengetahui keadsaan
anak termasuk keadaan seluruh pribadinya agar anak tersebut dapat ditempatkan
pada posisi yang tepat.
d) Evaluasi diagnostic
Fungsinya
untuk mengetahui masalah-masalah apa yang diderita atau yang mengganggu anak
didik, sehingga ia mengalami kesulitan, hambatan atau gangguan ketika mengikuti
program tertentu dan bagaimana usaha untuk memecahkannya.
B. Prestasi Belajar
Pada
prinsipnya pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap psikologis yang
berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa namun pengungkapan
perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat
sulit. Hal itu disebabkan perubahan hasil belajar itu yang bersafat intangible
(tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan guru dalam hal ini
adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting
dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar
siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa. Jenis, Indikator, dan Cara Evaluasi Prestasi
Ranah / Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
Ranah / Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
1. Ranah Cipta (Kognitif)
2. Ranah Rasa (Afektif)
3. Ranah Karsa (Pisikomotorik)
BAB III
KESIMPULAN
Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi, hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui eavaluasi dapat diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusancpenting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui anak serta dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya.
Hasil belajar ideal meliputi segenap psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal itu disebabkan perubahan hasil belajar itu yang bersufat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.
Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi, hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak. Melalui eavaluasi dapat diketahui kemajuan-kemajuan belajar yang dialami oleh anak, dapat ditetapkan keputusancpenting mengenai apa yang telah diperoleh dan diketahui anak serta dapat merencanakan apa yang seharusnya dilakukan pada tahap berikutnya.
Hasil belajar ideal meliputi segenap psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu, khususnya ranah rasa murid sangat sulit. Hal itu disebabkan perubahan hasil belajar itu yang bersufat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun yang berdimensi karsa.
DAFTAR PUSTAKA
Syah, Muhibuddin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Ahmadi, Abu dan Supriyono Widodo. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar